MESIN FRAIS
Mesin frais generasi pertama hasil temuan Eli Whitney sekitar tahun 1818 dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Mesin
ini membuat/memotong geram ketika benda kerja di hantarkan terhadap
suatu pemotong yang berputar, seperti yang terlihat pada gambar dibawah
ini.
Berbeda
dengan mata pahat/alat pemotong pada mesin bubut, maka pada mesin ini
alat pemotong hanya melakukan gerak berputar saja tanpa ada gaya-gaya
lain yang bekerja.
Benda kerja di jepit pada meja yang
mengendalikan hantaran nya (benda kerja) pada pemotong yang terdiri dari
sederetan/sekumpulan pahat mata tunggal yang di susun sedemikian rupa
menjadi 1 (satu) unit.
Secara umum, mesin ini dapat melakukan 3
(tiga) kemungkinan gerakan meja, yakni: gerak longitudinal, gerak
menyilang dan vertikal, namun pada beberapa jenis meja tertentu, dapat
juga melakukan gerak memutar
Mesin frais adalah salah satu
jenis mesin perkakas yang paling mampu untuk melakukan berbagai macam
tugas dibandingkan dengan jenis mesin perkakas lain nya. Permukaan yang
datar maupun yang berlekuk/bergelombang, dapat di proses mesin ini
dengan ketelitian yang tinggi, termasuk pemotongan sudut, celah, roda
gigi dan ceruk juga dapat di proses dengan baik menggunakan mesin ini.
Bila alat pemotong dan arbor nya dilepas, maka dapat digantikan dengan
pahat gurdi, alat pembesar lubang (reamer) dan bor. Karena mesin ini
dilengkapi alat penyetel mikrometer (micrometer dial) untuk mengatur
gerakan dari meja nya, maka lubang dan pemotongan yang lain dapat diberi
jarak secara tepat.
Alat-alat potong yang umum digunakan pada
operasi mesin ini adalah: ketam, kempa gurdi, mesin pemotong roda gigi
dan reamer, dan biasanya alat-alat pemotong tersebut cukup tahan lama
(tidak cepat aus).
4.1. JENIS-JENIS PEMOTONG MESIN FRAIS
Karena
alasan alat pemotongnya yang tersedia begitu ber aneka ragam,
menjadikan mesin frais ini mampu melakukan begitu banyak tugas, oleh
karena itu, kehadiran mesin ini pada suatu bengkel (work shop) sangat
penting.
Pemotongan biasanya dikelompokkan menurut:
- bentuk umum nya
- cara pemasangan nya
- bahan yang dipakai pada gigi nya
-metode yang digunakan untuk meng grinda gigi nya.
Secara umum ada 3 (tiga) design dari alat pemotong, yakni:
- pemotong arbor
Pemotong ini mempunyai lubang pada center nya untuk pemasangan arbor
- pemotong tangkai
Pemotong jenis ini mempunyai tangkai yang lurus atau tirus dan di pasangkan pada spindel nya
- pemotong muka
Pemotong ini dibaut atau dipegangkan pada ujung arbor pendek, umumnya untuk memfrais rata.
Umunya alat potong mesin frais terbuat dari:
- baja karbon tinggi
- baja kecepatan tinggi
- paduan cor bukan besi atau yang ujung nya diberi karbida desinter
Pemotong yang terbuat dari baja karbon tinggi, biasanya tidak kuat
bila dipakai pada kecepatan potong dan hantaran yang tinggi. Oleh
karena itu, untuk pemotongan serba guna, biasanya digunakan alat potong
yang terbuat dari baja kecepatan tinggi, sebab mata
potong nya dapat di pertahan kan tetap tajam untuk waktu yang lama,
mampu beroperasi dengan baik pada suhu kerja mencapai 600 ° C. Kecepatan
potong nya pun dapat mencapai 2,5 kali kecepatan potong baja karbon
tinggi, dengan hasil memuaskan. Namun untuk operasi pemotongan berat,
dianjurkan menggunakan alat potong dari logam cor bukan besi, misal nya: Cobalt atau pun Karbida,
sebab material ini mampu bertahan pada suhu operasi yang tinggi. Mata
potong bahan ini mampu beroperasi dengan baik pada kecepatan potong
sampai dengan 5 kali kecepatan potong baja kecepatan tinggi.
4.2. PEMOTONG DAN JENIS PEKERJAAN
Alat
pemotong mesin frais, dapat juga dikelompok kan menurut bentuk nya atau
juga terhadap jenis pekerjaan nya. Alat-alat potong tersebut, dapat
dilihat pada gambar dibawah ini:
PENJELASAN:
a). Pemotong Frais Biasa
Pemotong
biasa adalah sebuah pemotong berbentuk piringan yang gigi-gigi nya
hanya terdapat di sekeliling piringan nya. Bentuk gigi nya, bisa lurus
maupun heliks, bila heliks, biasanya akan terdapat takikan pada
gigi-gigi nya untuk memutuskan serpihan-serpihan dan untuk memudahkan
pengeluaran geram/serpihan.
b). Pemotong Frais Samping
Pemotong
ini mirip dengan pemotong datar, bedanya ada pada gigi-gigi yang hanya
terdapat di samping. Pemotong jenis ini, bisa berbentuk lurus, heliks
maupun zig-zag.
c). Pemotong Gergaji Pembelah Logam
Pemotong
nya mirip dengan pemotong frais datar, bedanya dibuat relatif tipis (± 5
mm). Pemotong jenis ini diberi pengaman dengan cara meng gerinda sisi
nya untuk menghasilkan ruang, agar memudahkan serpihan keluar.
d). Pemotong Frais Sudut
Pemotong
jenis ini dapat memotong sudut tunggal, maupun jamak. Pemotong sudut
tunggal ini, mempunyai satu permukaan kerucut, sedangkan yang jamak,
mempunyai gigi-gigi pada dua permukaan kerucut. Jenis ini biasanya
digunakan untuk memotong tanggem dan pelebar lubang (berfungsi mirip
dengan reamer).
e). Pemotong Frais Bentuk
Gigi jenis
pemotong ini mempunyai bentuk khusus yang dapat digunakan untuk
memotong cekung, cembung, memotong roda gigi, memotong pembulatan pada
sudut, dsb nya.
f). Pemotong Frais Ujung
Pemotong
jenis ini mempunyai poros yang integral untuk menggerakkannya dan
gigi-gigi terdapat di sekitar ujung keliling nya. Pemotong frais ujung
berdimensi besar, sering juga disebut frais cangkang (lihat gambar),
bagian pemotongnya terpisah dan di ikatkan pada arbor batang. 
Pemotong ini digunakan untuk proyeksi permukaan, membuat ujung benda kerja menjadi bujur
sangkar, memotong celah, dll.
g). Pemotong Celah “ T ”
Pemotong
ini mirip dengan pemotong datar kecil atau frais samping yang memiliki
poros integral untuk menggerak kan nya. Guna nya untuk membuat celah “ T
“.
h). Pemotong Gigi Sisipan
Sering dengan
meningkatnya kebutuhan akan ukuran pemotong, maka untuk alasan ekonomis,
dirasa perlu untuk menyisipkan gigi yang terbuat dari bahan yang lebih
kuat (mahal) ke dalam baja yang lebih lunak (murah), sehingga bila
rusak, cukup hanya sisipan nya saja yang diganti.
4.3. GIGI PEMOTONG FRAIS
Gambar sebuah pemotong frais dengan nomenklatur nya dapat dilihat dibawah ini.
Untuk
pemotongan dengan kecepatan tinggi untuk hampir semua jenis material
benda kerja, biasanya digunakan sudut garuk positif sebesar 10 sampai 15
derajat, namun untuk material yang lebih lunak, misal nya Aluminium,
maka diberikan sudut garuk yang lebih besar lagi.
Bila
menggunakan pemotong berujung karbida dengan kecepatan potong tinggi,
maka digunakan sudut garuk negatif, baik radial maupun aksial. Bila
ingin memotong baja, maka biasanya diberikan sudut negatif sebesar 5°
s/d 10° .
Pada pemotongan frais, dikenal istilah sudut ruang
bebas, yakni sudut yang terdapat antara tepi dengan garis singgung pada
pemotong ujung gigi. Besar-kecilnya ruang bebas, tergantung dari
material benda kerja, misal nya: untuk besi cor, memerlukan ruang bebas
sebesar 4° s/d 7° , sedangkan untuk bahan yang lebih lunak, seperti:
Magnesium, Aluminium dan Kuningan, maka akan lebih efisien bila sudut
ruang bbebas nya 10° s/d 12° .
Dari banyak penelitian dapat
dibuktikan bahwa pemotong dengan gigi-gigi yang kasar akan lebih efisien
untuk menghasilkan/membuang geram, dibandingkan gigi-gigi yang halus,
karena gigi kasar akan mengambil geram lebih tebal dan mempunyai aksi
pemotongan lebih lebar serta ruang bebas lebih besar untuk laluan dari
geram. Juga terbukti bahwa gigi-gigi halus mempunyai kecendrungan lebih
besar untuk bergetar dibandingkan dengan gigi kasar, namun demikian,
bila benda kerjanya tipis, maka tetap harus menggunakan gigi-gigi tipis.
4.4. PENGELOMPOKAN MESIN FRAIS
Mesin
frais biasanya dibuat dalam jenis dan ukuran yang sangat beragam,
penggeraknya pun bisa melalui sistem pulley atau motor tersendiri. Cara
menghantar benda kerja nya pun, bisa dilakukan secara: manual, mekanis
maupun hidraulis. Namun pengelompokan mesin frais yang umum adalah
berdasarkan design nya, yakni:
A. Jenis tiang dan kerucut:
a. Frais tangan
b. Mesin frais datar
c. Mesin frais universal
d. Mesin frais vertikal
B. Mesin frais penyerut
C. Jenis bangku tetap:
a. Mesin frais simpleks
b. Mesin frais dupleks
c. Mesin frais tripleks
D. Mesin pusat pemesinan
E. Mesin frais jenis khusus:
a. Mesin frais meja putar
b. Mesin frais planet
c. Mesin frais profil
d. Mesin frais duplikat
e. Mesin frais pantograf
Tidak semua jenis mesin-mesin frais ini akan diterangkan, dianggap cukup menjelaskan mesin-mesin yang bercetak tebal (bold).
4.4.A.b. Mesin Frais Datar
Meskipun
merupakan mesin serba guna, tetapi mesin ini juga dapat digunakan untuk
produksi massal (mass product). Pemotong dipasangkan pada arbor
horizontal yang ditopangkan (support) secara kaku (solid) oleh lengan
yang berada diatas.
4.4.B. Mesin Frais Penyerut
Namanya diberikan sebagai penyerut, sebab ada kemiripan nya dengan mesin serut biasa.
Benda
kerja dibawa pada meja panjang yang geraknya hanya longitudinal,
dihantarkan ke alat pemotong yang berputar dengan kecepatan yang
disesuaikan, untuk jelasnya lihat gambar:
Gerakan
hantaran meja dan pemotong berputar adalah merupakan ciri utama mesin
ini dan hal ini yang membedakan nya dengan mesin frais lain nya,
termasuk gerak lintang dan vertikal mesin ini terdapat pada spindel
pemotong nya. Mesin jenis ini dirancang untuk mem frais benda-benda yang
besar yang memrlukan pemotongan geram yang lebar dan dalam.
4.4.C. Mesin Frais Jenis Bangku Tetap
Bangkunya
terbuat dari benda cor yang kaku dan berat serta diatas nya terdapat
sebuah meja kerja yang hanya memiliki gerak longitudinal.
Gambar dibawah ini menunjukkan sebuah mesin frais dari jenis penyerut:
Nama-nama,
seperti: simpleks, dupleks dan tripleks, menunjukkan secara ber
turut-turut bahwa mesin dilengkapi dengan kepala spindel satu, dua dan
tiga. Mesin ini dilengkapi dengan pengendalian secara otomatis.
4.4.D. Mesin Pusat Pemesinan
Pusat
pemesinan biasanya dilengkapi dengan satu atau lebih control numeric
(CN) yang mempunyai permesinan serba guna (multi purpose machine). Mesin
jenis ini tidak hanya mampu mem frais, tapi juga menggurdi, mengebor,
meluaskan lubang, dll. Walaupun tergantung pada mesin nya, tapi pusat
pemesinan mampu melakukan starting, stopping mesin nya, memilih dan
menukar alat potong dengan cepat (sekitar 4 detik), melakukan
pembentukan keliling 2D atau 3D dengan menggunakan interpolasi linier
atau yang lain nya, mendudukkan setiap sumbu pada pergeseran dengan
cepat (10 m/menit), menstart atau menghentikan spindel pada kecepatan
dan arah putaran yang terprogram, mengarahkan meja kerja, mengalirkan
dan menghentikan coolant.
4.4.E.a. Mesin Frais Meja Putar
Mesin
frais meja putar, seperti terlihat pada gambar berikut, merupakan
modifikasi dari mesin frais vertikal yang dimaksudkan untuk kegunaan
khusus.
Operasi
mesin ini bisa berlangsung secara kontinu, namun terdapat cukup waktu
bagi operator untuk menaikkan dan menurunkan muatan mesin selama proses
frais berlangsung.
Mesin ini bekerja cukup efisien dan cepat, namun terbatas hanya untuk penge-fraisan datar saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar